Macis Minuman Pala Sehat Menyegarkan

Minuman pala, merupakan salah satu minuman khas Bogor. Minuman segar yang menyehatkan.

macis es.png

Buah pala, rempah asli Indonesia ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.Seluruh bagian buah pala dapat dimanfaatkan. Tak hanya daging buah pala, biji pala pun bermanfaat. Bahkan biji pala ini yang banyak dicari orang Eropa untuk rempah makanan. Konon, salah satu alasan Belanda menjajah Indonesia karena kekayaan rempahnya yang melimpah.

Tak hanya sebagai pelepas dahaga, aroma harum khas pala menambah citarasa kesegaran minuman ini. Tak heran jika banyak orang sangat menyukainya.
Seiring perkembangan zaman, minuman ini sudah mulai sulit ditemukan. Macis, salah satu minuman pala yang dibuat secara tradisional dengan kemasan botol yang praktis. Dengan irisan buah pala untuk menjaga kesegaran sensasi minuman ini.

Minuman ini lebih nikmat dikonsumsi dalam keadaan dingin. Terutama sangat cocok jika diminum saat cuaca panas.

https://www.instagram.com/macispala_bogor/

 

Advertisements

Obesitas Bersifat Genetik, Ini Alasan Ilmiahnya

Tingkat penderita obesitas di dunia kian meningkat. Tak hanya disebabkan pola hidup namun obesitas juga bersifat genetik. Ibu obesitas cenderung memiliki anak berisiko obesitas. Hal ini disebabkan adanya kelainan gen yang mengatur energi sel dan metabolisme pada sel tali pusat dari ibu obesitas.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity menunjukkan bahwa zat lipid tertentu (lemak dan zat-zat lain yang tidak larut dalam air) dalam darah ibu yang mengalir melalui tali pusat. Hal ini meningkatkan risiko obesitas.

Dalam penelitian yang dilansir dari laman Boldsky ini, para peneliti mengumpulkan tali pusat dari wanita penderita diabetes, wanita kelebihan berat badan atau obesitas dan wanita yang tidak kelebihan berat badan. Dengan ketentuan obesitas yaitu indeks massa tubuh lebih dari 25 sebelum kehamilan.

Para ilmuwan mengumpulkan sel tali pusat dari vena yang membawa oksigen dan nutrisi lain dari plasenta ke embrio. Hasilnya, tim menemukan bahwa obesitas pada ibu berkorelasi dengan gen yang mengatur mitokondria (yang bertindak sebagai pembangkit sel) dan gen lain yang mengatur produksi dan metabolisme lipid.

“Ini menunjukkan bahwa sejak lahir terdeteksi gangguan metabolik akibat obesitas maternal. Perubahan sel-sel ini mirip dengan yang terjadi pada obesitas, resistensi insulin dan diabetes tipe 2,” ujar Elvira Isganaitis, peneliti Harvard Medical School.

Peneliti melakukan analisa darah janin dari tali vena umbilikali. Dan hasilnya, ditemukan bahwa bayi dari ibu obesitas memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Jaringan lemak pada ibu obesitas dapat menumpahkan asam lemak sehingga bahan bakar pada embrio berlebih.

Obesitas selain bersifat genetik atau keturunan, gaya hidup anak yang mengikuti pola makan orang tua akan semakin meningkatkan risiko anak menderita obesitas.

Terapi Sel Punca

Keluarga modern banyak yang melirik metode penyimpanan tali pusat. Tak heran jika tali pusat kini menjadi investasi biologis yang menjanjikan. Sel punca darah tali pusat bisa digunakan tidak hanya oleh si bayi di kemudian hari tapi dapat digunakan juga oleh keluarganya yang membutuhkan.

Di Indonesia, terapi sel punca mulai dikembangkan pada tahun 2007. Terapi dilakukan dengan menyuntikkan sel punca ke pasien. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki organ atau jaringan tubuh yang rusak.

Sel punca bisa diambil dari embrio, darah tali pusat bayi baru lahir dan dari orang dewasa. Sel punca dewasa bisa diambil dari tubuh pasien sendiri (autologous) atau orang lain (allogenic). Pada orang dewasa terbagi 2 kelompok yaitu sel punca hematopoietic, diambil dari sumsum tulang atau darah tali pusat dan sel punca mesenkimal ditemukan di seluruh tubuh, tetapi paling banyak ditemukan di sumsum tulang, darah tali pusat, jaringan adiposa, dan darah tepi.

Terapi sel punca ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit degeneratif seperti gagal ginjal, stroke, jantung, parkinson. Terapi sel punca ini juga dapat menyembuhkan masalah kulit seperti jerawat, luka bakar, hingga masalah penuaan.

Caranya yaitu dengan memasukkan sel punca ke dalam tubuh pasien. Kemudian, sel punca yang ditanamkan di tubuh ini akan berkembang dan berkoneksi dengan sel tubuh untuk melakukan perbaikan sistem dan regenerasi sel.

Terapi ini membutuhkan dana yang tak murah. Maka tak heran jika terapi ini umumnya baru ada di kalangan keluarga modern menengah ke atas.

Langkah CPR Selamatkan Nyawa saat Henti Jantung Mendadak

Pernah dengar istilah CPR?. Cardiopulmonary Resusication (CPR) atau resusitasi jantung paru adalah pertolongan pertama yang cepat pada orang yang mengalami henti kerja jantung atau bernapas. CPR dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dan  pemulihan.
CPR

Berdasarkan data kemenkes jumlah orang yang mengalami henti jantung mendadak, penyakit jantung koroner dan stroke meningkat dari masa ke masa. Kondisi yang cukup memprihatinkan. Melihat fakta ini, Philips selaku produser alat kesehatan Automated External Defibrillators (AED) mengadakan pelatihan Resusitasi Jantung Paru (CPR) dan AED dibantu oleh tim Medic One. Pelatihan ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya CPR kepada masyarakat luas.

Sesi pelatihan dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia ini, peserta dilatih untuk menggunakan AED. Harapannya dengan pengetahuan yang tepat siapapun bisa menjadi first aider. Dengan menjadi first aider, kita dapat  meningkatkan kesempatan hidup korban henti jantung mendadak.

Seperti yang diungkapkan dokter speseialis jantung, Jetty R H Sedyawan di Jakarta bahwa “Periode emas atau 3 menit pertama setelah terjadinya henti jantung mendadak jika diberikan CPR, ada kemungkinan besar korban dapat bertahan hidup tanpa ada kerusakan pada otak.”

“Orang-orang yang berada di lokasi terdekat dengan korban memiliki dampak yang besar pada kesempatan hidup korban.  Apakah korban dapat bertahan hidup atau tidak pada saat terserang SCA,” ujar Presiden Philips Indonesia Suryo Suwignjo.  Mengetahui bagaimana melakukan CPR dan menggunakan defibrillator dapat menyelamatkan nyawa.

Sebelum memberikan pertolongan terhadap korban, tugas first aider adalah mampu membedakan kondisi gawat atau darurat. Membahayakan nyawa dengan cepat atau tidak. Sehingga dapat diambil tindakan penyelamatan dengan tepat.

Langkah-langkah dalam memberikan pertolongan pertama / CPR:

  1. Cek Bahaya
    Saat menemukan korban tergeletak di tengah jalan, cek keadaan sekitar. Cek apakah ada yang dapat memberikan pertolongan,  orang yang mengenal korban atau pihak keluarga. Cek lingkungan sekitar korban aman atau tidak. Pastikan lingkungan sekitar aman untuk Anda, korban maupun orang lain. Jangan mendekati korban jika terlihat adanya bahaya, segera bergerak ke tempat yang aman dan hubungi nomor darurat. Jangan sampai kita malah menjadi korban.
  2. Cek respon
    Jika kondisi telah aman, langkah selanjutnya adalah cek respon dari korban. Sebutkan nama Anda di dekat korban, jika tak ada respon maka tepuk pundak korban dengan kencang. Jika korban masih belum memberikan respon, cek nafas korban dalam hitungan 10 detik dengan jeda waktu yang tepat. Jika korban tidak ada napas, segera minta tolong orang sekitar. Perintahkan 1 orang untuk menelepon nomor darurat (119 atau 112) terdekat seperti ambulans, gawat darurat ataupun polisi, 1 orang mencari kotak P3K dan 1 orang mencari Automated External Defibrillator (AED) jika ada.
  3. Kompresi Dada atau lakukan teknik CPR
    Sambil menunggu petugas medis dan alat AED datang, sebagai first aider bersertifikat yang telah mengikut pelatihan CPR berikan CPR kepada korban.Pertama, berlutut di samping korban sejajar dengan area dada, buka baju korban untuk melakukan kompresi dada.  Kompresi dilakukan di bagian tengah dada.

    Cara menentukan bagian tengah dada yaitu dengan menggunakan jari (2 jari kanan dan 2 jari kiri. Diukur dari leher bagian bawah yang lunak hingga ke bagian dada yang lunak. Ambil titik tengah bagian bawah.

    Posisi tubuh saat memberikan tekanan yaitu lengan tegak lurus. Lakukan kompresi sebanyak 30 tekanan dengan total 5 siklus (150 tekanan). Dengan kedalaman tekanan 5-6 cm atau 1/2 tebal dada untuk orang dewasa. Dengan kecepatan 100- 120 kompresi per menit.

  4. Bukan jalan napas
    Setelah memberikan kompresi, buka jalan napas. Periksa mulut korban apakah ada sisa makanan. Jika ada sisa makanan dalam mulut, keluarkan. Lalu tekan dahi dan angkat dagu korban untuk membuka jalur saluran nafas.

  5. Berikan bantuan napas
    Tekan dahi, angkat dagu lalu tutup hidung korban, buka mulut berikan tiupan sebanyak 2 kali. Setiap tiupan dilakukan selama 1 detik dan terlihat dada terangkat.Lalu lanjutkan siklus 30 kali kompresi dada diselingi 2 tiupan sebanyak 5 siklus. Sambil perhatikan dada korban sebagai pengecekan nafas.Ketika bantuan alat AED datang, tetap lakukan CPR  sementara alat AED dipasangkan ke tubuh korban. Alat AED harus terpasang dengan tepat agar aliran listrik yang disalurkan oleh alat ini bisa sampai langsung ke jantung korban.
  6. Pasang AED
    AED adalah alat yang dapat menganalisa irama jantung yang tidak teratur.   Alat ini aman dan mudah digunakan.

    Cara menggunakan AED yaitu letakkan alat AED di samping korban, nyalakan AED dengan menekan tombol ON, pasang pads AED sesuai petunjuk. Jika EAD pads sudah terpasang,  jauhkan kontak fisik antara korban dan penolong agar alat AED dapat melakukan analisa irama jantung. Dengarkan instruksi AED dengan baik.Lakukan CPR hingga korban bernapas ataupun petugas medis datang. Jika korban sudah sadar sebelum petugas medis datang, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan membalikkan tubuh korban ke arah kanan penolong. Lalu, tanyakan pada korban mengenai identitas, kondisi korban dan jelaskan tindakan awal apa saja yang telah dilakukan sebelum tim medis tiba.

    Hentikan CPR jika korban meringis atau batuk, tim medis telah datang. Oya jangan lupa first aider menggunakan sarung tangan dan masker ya.

    Semoga bermanfaat ya. Jangan ragu untuk ikut pelatihan CPR walaupun bukan tim medis dengan keterampilan CPR yang telah bersertifikat kita dapat menyelamatkan nyawa orang.

Dari Generasi ke Generasi Orang Semakin Cerdas

Gen autisme membuat manusia lebih cerdas. Sebuah penelitian menemukan varian gen tertentu yang berfungsi meningkatkan kinerja dan kekuatan otak membuat manusia lebih pintar namun mereka mengalami gangguan spektrum autisme (ASD). Hasil penelitian dari Yale University ini dipublikasikan dalam jurnal PLoS Genetics.

Peneliti melakukan analisa terhadap orang yang mempunyai otak yang luar biasa serta gangguan spektrum autisme (ASD). Menurut Teori Evolusi Charles Darwin bahwa varian gen yang membawa efek negatif terhadap reproduksi manusia dieliminasi melalui seleksi alam.

Peneliti berasumsi hal ini berpotensi menjelaskan mengapa autisme terus ada dari generasi ke generasi. “Kami menemukan sinyal positif yang kuat, bersama dengan gangguan spektrum autisme, berkaitan dengan peningkatan intelektual,” kata peneliti Renato Polimanti, dalam siaran pers Yale. “Bahwa selama evolusi varian ini yang memiliki efek positif pada fungsi kognitif dengan risiko gangguan spektrum autisme meningkat,” kata pendamping penulis dalam penelitian Joel Gelernter.

Seperti diketahui bahwa orang-orang dengan autisme memiliki kemampuan yang cukup baik dalam bidang matematika, ilmu pengetahuan, musik ataupun seni. Umumnya, orang dengan ASD mempunyai kemampuan bahasa, kemampuan sosial dan pengelolaan emosi yang kurang.

MPASI Kacang dan Telur Efektif Turunkan Risiko Alergi Makanan

Bayi yang mengkonsumsi kacang pada usia 4-11 bulan dan konsumsi telur pada usia 4-6 bulan dapat menurunkan risiko alergi terhadap makanan ini di kemudian  hari.

Hal ini terungkap dalam studi yang diterbitkan JAMA. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisa efek paparan awal makanan yang berpotensi alergi. Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon adanya protein berbahaya dalam makanan tertentu. Diawali dengan gejala seperti gatal-gatal, eksim, mulut gatal, mual dan muntah, bahkan pada kasus yang berat bisa membahayakan nyawa.

Biasanya alergi terjadi pada masa kanak-kanak. Alergi makanan yang kerap muncul yaitu alergi protein susu sapi, gandum, ikan laut, kerang, kacang tanah.

Para ahli menyarankan orang tua untuk memberikan semua jenis makanan kepada anak, namun tidak disarankan untuk mengenalkan makanan yang berpotensi menimbulkan alergi di awal perkenalan makanan padat.

Namun hasil penelitian yang dilakukan oleh  Boyle dan tim  dari  Imperial College London,  Inggris ini menunjukkan bahwa memperkenalkan telur dalam pola makan bayi berusia 4-6 bulan dapat mengurangi risiko alergi telur sebesar 40 persen, sementara memperkenalkan kacang pada usia 4-11 bulan dapat menurunkan risiko alergi kacang sebesar 70 persen.

Untuk konsumsi ikan berusia 6-12 bulan dapat menurunkan risiko alergi rhinitis, dan menurunkan risiko sensitisasi alergi. Sedangkan gluten, usia  tidak mempengaruhi risiko intoleransi gluten atau penyakit celiac.

“Kami terkejut melihat tidak ada efek untuk penyakit celiac, yang merupakan jenis yang berbeda dari alergi terhadap telur dan alergi kacang,” ujar Boyle dilansir dari laman Medical News Today.

“Ini menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan alergi tidak mengurangi risiko terhadap semua jenis alergi makanan.” “Setiap bayi mempunyai respon imun yang berbeda terutama terhadap kacang dan telur reaksi dapat terjadi pada kulit atau pernafasan,” ujar Boyle.

Botol Susu yang Bentuk dan Teksturnya Mirip Payudara

Seringkali ibu bekerja mengalami dilema dalam memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada buah hati. Terutama saat harus kembali bekerja. Maka banyak ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI dengan cara memompanya dan pemberian lewat botol. Walau terlihat sederhana, hal ini tidaklah mudah. Bayi seringkali bingung puting. Pemilihan botol susu yang cocok untuk si kecil juga menentukan keberhasilan program ini.

Ibu bekerja jangan asal memberikan susu lewat botol. Ibu harus memperhatikan bahwa pemberian ASI lewat botol minimal jika bayi sudah berusia 3 minggu. Dan sebelum ibu kembali bekerja, si kecil harus mulai belajar diberikan ASI lewat botol. Hal ini bertujuan untuk membiasakan si kecil agar terbiasa kelak ketika ditinggal bekerja. Nah, pada kondisi ini tak sedikit bayi yang mengalami bingung puting.  Bahkan banyak bayi yang memilih untuk mengkonsumsi ASI lewat botol dibandingkan menyusui langsung ke payudara ibu.

Tak perlu khawatir, yakinkan hati bahwa ibu bisa. Tekad yang kuat dan pemilihan  botol susu yang sesuai dengan bentuk yang paling mirip dengan payudara ibu dapat menunjang pemberian ASI secara optimal.

Di pasaran ada banyak pilihan botol susu dengan dot yang beraneka ragam. Pertimbangkan untuk memilih botol susu yang bentuknya mirip payudara seperti dari Tommee Tippee Closer to Nature Bottles atau Philips Avent Natural Bottle.

SCF653-23 -ulir

Kelebihan dari botol Avent Natural 2.0 tak hanya dari segi bentuk yang mirip payudara, dari segi tekstur, pergerakan dot ketika diisap bayi, aliran air susu yang keluar, sehingga perasaan mirip menyusu langsung dari payudara. Botol ini memiliki desain ulir spiral yang memudahkan pergerakan lidah si kecil, bentuk ujung dot yang menyerupai payudara dan materi dot dengan bahan silikon lembut membuat dot menjadi lebih awet digunakan serta memiliki tekstur yang halus seperti kulit.

Asam Folat Juga Meningkatkan Perkembangan Emosional Anak

Botol Natural 2.0 juga memiliki sistem anti kolik. Sistem untuk mengalirkan udara ke dalam botol bukan ke perut si kecil sehingga bayi dapat terhindar perut kembung. Selain itu botol susu Philips Avent memiliki leher botol yang lebar sehingga memudahkan perlekatan secara alami dan bentuk botol yang ergonomis yang membuat botol mudah digenggam dan nyaman digunakan dari segala arah.

MPASI Kacang dan Telur Efektif Turunkan Risiko Alergi Makanan

Efek Layar Pendar dan Kedipan Mata pada Perkembangan Anak

Perangkat digital layar pendar banyak memberikan efek kepada anak. Tak hanya layar televisi tapi juga gadget. Untuk kesehatan mata anak, orang tua harus waspada jika anak jarang berkedip.

“Semakin sering anak-anak menatap perangkat digital layar pendar, anak cenderung jarang berkedip. Hal ini dapat menyebabkan mata kering,” ujar Amber Gaume Giannoni, spesialis optometri lokal dengan College of Optometry di University of Houston. Kedipan mata dapat merangsang kelenjar melembabkan mata.

Dilansir dari laman Boldsky, Giannoni menyarankan orang tua membatasi waktu anak menonton televisi dan memperhatikan gejala seperti berkedip, menggosok mata.

Dia merekomendasikan metode 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata digital – istirahat 20 detik untuk setiap 20 menit menatap perangkat digital, dengan jarak pandang 20 kaki atau sekitar 6 meter jarak menonton televisi.

Tak hanya mempengaruhi kesehatan mata, menonton televisi juga dapat mempengaruhi kinerja belajar anak, gangguan perilaku, meningkatkan obesitas aktivitas fisik anak juga berkurang. Padahal aktivitas ini penting bagi perkembangan mental dan fisik anak. Terlebih bagi balita menonton televisi dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan emosional anak.

Mengingat semakin krusialnya efek televisi ini sebaiknya anak usia sekolah menonton televisi tidak lebih dari 2 jam per hari dan jangan ijinkan anak memiliki televisi di kamar tidur mereka. Cobalah gunakan sebagian besar waktu luang anak untuk melakukan berbagai kegiatan seperti bermain, bersepeda, membaca, bermain di alam terbuka, belajar tentang musik atau olahraga.

Dilansir dari laman Mediasmarts dalam Scientific American penelitian berjudul “Television Addiction Is No Mere Metaphor” meneliti alasan anak-anak dan orang dewasa seringkali kesulitan mematikan TV. Dari hasil riset ditemukan bahwa mereka merasa santai saat menonton TV, bahkan umumnya mereka menonton lebih lama dari yang direncanakan. Namun perasaani tu akan hilang dengan cepat saat TV dimatikan.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2010, 4 dari 5 iklan makanan dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Membuat pola konsumsi makanan tak sehat meningkat. Hal ini memicu obesitas pada anak. Tak heran jika industri makanan cepat saji Amerika Serikat rela menghabiskan lebih dari 4 miliar dolar untuk belanja iklan di televisi pada tahun 2009.

Bentuk dan Tekstur Botol Susu yang Mirip Payudara

Seringkali ibu bekerja mengalami dilema dalam memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada buah hati. Terutama saat harus kembali bekerja. Maka banyak ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI dengan cara memompanya dan pemberian lewat botol. Walau terlihat sederhana, hal ini tidaklah mudah. Bayi seringkali bingung puting. Pemilihan botol susu yang cocok untuk si kecil juga menentukan keberhasilan program ini.

Ibu bekerja jangan asal memberikan susu lewat botol. Ibu harus memperhatikan bahwa pemberian ASI lewat botol minimal jika bayi sudah berusia 3 minggu. Dan sebelum ibu kembali bekerja, si kecil harus mulai belajar diberikan ASI lewat botol. Hal ini bertujuan untuk membiasakan si kecil agar terbiasa kelak ketika ditinggal bekerja. Nah, pada kondisi ini tak sedikit bayi yang mengalami bingung puting.  Bahkan banyak bayi yang memilih untuk mengkonsumsi ASI lewat botol dibandingkan menyusui langsung ke payudara ibu.

Tak perlu khawatir, yakinkan hati bahwa ibu bisa. Tekad yang kuat dan pemilihan  botol susu yang sesuai dengan bentuk yang paling mirip dengan payudara ibu dapat menunjang pemberian ASI secara optimal.

Di pasaran ada banyak pilihan botol susu dengan dot yang beraneka ragam. Pertimbangkan untuk memilih botol susu yang bentuknya mirip payudara seperti dari Tommee Tippee Closer to Nature Bottles atau Philips Avent Natural Bottle.

SCF653-23 -ulir

Kelebihan dari botol Avent Natural 2.0 tak hanya dari segi bentuk yang mirip payudara, dari segi tekstur, pergerakan dot ketika diisap bayi, aliran air susu yang keluar, sehingga perasaan mirip menyusu langsung dari payudara. Botol ini memiliki desain ulir spiral yang memudahkan pergerakan lidah si kecil, bentuk ujung dot yang menyerupai payudara dan materi dot dengan bahan silikon lembut membuat dot menjadi lebih awet digunakan serta memiliki tekstur yang halus seperti kulit.

Asam Folat Juga Meningkatkan Perkembangan Emosional Anak

Botol Natural 2.0 juga memiliki sistem anti kolik. Sistem untuk mengalirkan udara ke dalam botol bukan ke perut si kecil sehingga bayi dapat terhindar perut kembung. Selain itu botol susu Philips Avent memiliki leher botol yang lebar sehingga memudahkan perlekatan secara alami dan bentuk botol yang ergonomis yang membuat botol mudah digenggam dan nyaman digunakan dari segala arah.