Rahasia Roti Mpoeq

Konon, roti dikenal sebagai makanan yang pertama diproduksi dalam skala besar di daerah Mesir sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Awalnya roti ditemukan sebagai salah satu cara lain untuk menikmati gandum. Bahan baku yang digunakanpun cukup sederhana yaitu tepung terigu, air, garam dan ragi roti (yeast). Ragi rotnya sendiri ditemukan saat mereka menyimpan sedikit adonan dari hari sebelumnya dan ditambahkan pada adonan yang baru.

Pada saat itu harga btepung putih yang cukup mahal membuat warna roti menunjukkan strata dalam masyarakat.Semakin gelap warna roti yang dikonsumsi semakin rendah satus sosialnya. Namun kini,  roti berwarna gelap justru lebih mahal karena rasanya yang lebih enak dan kandungan gizinya yang lebih tinggi.

Dalam pembuatan roti, tepung terigu mempunyai presentasi yang cukup tinggi yaitu sekitar 60-70 persen. Tak heran jika kualitas terigu ini haruslah kualitas yang oke. Kadar protein dan karbohidratnya cukup sehingga fermentasi roti baik. Protein berfungsi sebagai pembentuk struktur dan elastisitas roti, sedangkan untuk karbohidratnya sendiri berfungsi sebagai penyerap air dan energi utama bagi ragi. Sedangkan air berfungsi sebagai pelarut tepung terigu dan bahan- bahan lainnya.Dan jangan lupa untuk menggunakan garam ragi. Garam berfungsi  mengendalikan fermentasi, dan memberikan rasa. Sedangkan ragi berfungsi sebagai pengembang adonan roti dan memberi rasa pada roti.

Perlu diperhatikan, jangan memanggang roti terlalu lama agar roti tetap moist dan lembut. Semakin kecil ukurannya semakin cepat matang. Proses pemanggangan yang terlalu lama membuat roti kehilangan kelembabannya. Sebaiknya jangan menghangatkan adonan roti dengan menggunakan microwave karena roti akan menjadi kering saat setelah dingin. Perhatikan juga jangan sampai adonan tertusuk dalam proses pembentukan. Adonan yang tertusuk akan membuat adonan turun atau tidak mengembang dengan sempurna. Dan jangan mengeluarkan roti ukuran besar seperti roti sobek dari loyang saat masih panas. Karena membuat roti kempes atau turun.

Bahan:
1 kg terigu protein tinggi
30 gr susu bubuk
20 gr ragi kering

2 butir telur
2 kuning telur
200 ml air dingin
200 ml susu cair
120 susu kental manis

160 gr gula pasir
100 gr margarine
2 sdt garam

Cara membuat:
Ayak terigu, susu bubuk dan ragi. Sisihkan.
Kocok telur, kuning telur, air dingin, susu cair dan susu kental manis hingga tercampur rata.
Campurkan adonan tepung dengan adonan telur dan susu.
Masukkan gula, margarin dan garam. Uleni hingga adonan kalis.
Diamkan adonan hingga mengembang, tutup dengan plastik dan kain.
Setelah adonan mengembang, uleni kembali adonan dan timbang seberat 20 gr atau sesuai selera.
Bentuk sesuai selera.
Panggang. Angkat.
Olesi permukaan roti dengan susu cair.
Sajikan.

Advertisements

Bijak Memberikan Konsumsi Gula pada Anak

Tak hanya orang dewasa yang mengalami diabetes namun kini banyak anak kecil yang juga terpapar penyakit ini. Bukan turunan tapi akibat pola hidup yang kurang sehat.  Hasil survey majalah Parents mengatakan rata-rata anak 4-8 tahun makan sekitar 15 sendok teh gula tambahan sehari. Artinya anak mengkonsumsi gula tambahan sekitar  50 pounds per tahun.

Tak heran jika konsumsi gula berlebih pada anak kini menjadi masalah serius. U.S. Food and Drug Administration membuat kebijakan pada label makanan kemasan ditambahkan berapa banyak gula yang terkandung.

permen

Yuk, sebagai orang tua kita bijak memberikan anak konsumsi gula. Kita dapat memulai dari pola makan keluarga. Kurangi konsumsi gula di pola makan sehari-hari, pilih sarapan sehat non gula seperti sereal, roti gandum tanpa gula. Cobalah untuk memberikan makanan ringan manis sebagai reward, bukan makanan sehari-hari.Serta kurangi konsumsi minuman manis terlebih minuman bersoda. Konsumsi air putih jauh lebih menyehatkan disbanding minuman manis.

airminum

Selain pola makan yang sehat jangan lupa ajak buah hati kita untuk aktif bergerak. Jangan hanya pasif di depan layar gadget. Serta biasakan anak cukup istirahat, tidur tidak larut. Jika terjaga di malam hari kebutuhan kita memamah biak pun bertambah.

Alasan Anak Harus Banyak Bergerak

Ayah bunda ajak anak untuk bergerak. Semakin banyak anak melakukan aktivitas fisik, kinerja otaknya lebih baik. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kecerdasan otak dan kinerja akademis anak.

Secara ilmiah, dalam beberapa tahun terakhir beberapa peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh aktivitas fisik terhadap fungsi otak. Dilansir dari laman Newsweek,  hasil penelitian periset di Spanyol menunjukkan terdapat hubungan antara kebugaran fisik dan volume otak pada anak-anak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesehatan kardiovaskular anak-anak berdampak pada struktur otak mereka.

Peneliti melakukan identifikasi terhadap lebih dari 101 anak dengan kelebihan berat badan dan obesitas di Granada, Spanyol. responden dibagi dalam kelompok yang melakukan program latihan fisik dan yang tidak menjalani program aktivitas fisik. Peserta melakukan latihan aktivitas fisik sebanyak 3 hingga 5 sesi. Dengan hitungan 90 menit per minggu selama 20 minggu.

otak

Dengan magnetic resonance imaging (MRI), peneliti melakukan pemeriksaan terhadap perkembangan otak anak. Hasilnya, terdapat perbedaan yang signifikan dalam zona abu-abu diantara kedua kelompok tersebut. Perbedaan yang mereka identifikasi ada di area otak terkait dengan fungsi otak dan pembelajaran. Hal ini mengacu pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Hasil penelitian ini  terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan nilai tes yang lebih tinggi dari anak-anak yang berpartisipasi. Hal ini dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara kesehatan kardiorespirasi dan volume materi abu-abu di area otak.

Aktivitas fisik membuat sirkulasi darah ke otak berjalan dengan baik sehingga fungsi otak dapat optimal dan dapat melindungi jantung anak. Setelah aktif bermain selama beberapa waktu, pikiran anak menjadi lebih segar sehingga ia dapat lebih fokus saat belajar.

bola

Banyak bergerak bukan berarti anak otomatis lebih cerdas. Orang tua juga harus memperhatikan beberapa faktor yang dapat meningkatkan kebugaran dan kecerdasan otak si kecil seperti pola makan dan kandungan nutrisi, istirahat yang cukup dengan tidur sekitar  7-8 jam setiap harinya.

Macis Minuman Pala Sehat Menyegarkan

Minuman pala, merupakan salah satu minuman khas Bogor. Minuman segar yang menyehatkan.

macis es.png

Buah pala, rempah asli Indonesia ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.Seluruh bagian buah pala dapat dimanfaatkan. Tak hanya daging buah pala, biji pala pun bermanfaat. Bahkan biji pala ini yang banyak dicari orang Eropa untuk rempah makanan. Konon, salah satu alasan Belanda menjajah Indonesia karena kekayaan rempahnya yang melimpah.

Tak hanya sebagai pelepas dahaga, aroma harum khas pala menambah citarasa kesegaran minuman ini. Tak heran jika banyak orang sangat menyukainya.
Seiring perkembangan zaman, minuman ini sudah mulai sulit ditemukan. Macis, salah satu minuman pala yang dibuat secara tradisional dengan kemasan botol yang praktis. Dengan irisan buah pala untuk menjaga kesegaran sensasi minuman ini.

Minuman ini lebih nikmat dikonsumsi dalam keadaan dingin. Terutama sangat cocok jika diminum saat cuaca panas.

https://www.instagram.com/macispala_bogor/

 

Obesitas Bersifat Genetik, Ini Alasan Ilmiahnya

Tingkat penderita obesitas di dunia kian meningkat. Tak hanya disebabkan pola hidup namun obesitas juga bersifat genetik. Ibu obesitas cenderung memiliki anak berisiko obesitas. Hal ini disebabkan adanya kelainan gen yang mengatur energi sel dan metabolisme pada sel tali pusat dari ibu obesitas.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity menunjukkan bahwa zat lipid tertentu (lemak dan zat-zat lain yang tidak larut dalam air) dalam darah ibu yang mengalir melalui tali pusat. Hal ini meningkatkan risiko obesitas.

Dalam penelitian yang dilansir dari laman Boldsky ini, para peneliti mengumpulkan tali pusat dari wanita penderita diabetes, wanita kelebihan berat badan atau obesitas dan wanita yang tidak kelebihan berat badan. Dengan ketentuan obesitas yaitu indeks massa tubuh lebih dari 25 sebelum kehamilan.

Para ilmuwan mengumpulkan sel tali pusat dari vena yang membawa oksigen dan nutrisi lain dari plasenta ke embrio. Hasilnya, tim menemukan bahwa obesitas pada ibu berkorelasi dengan gen yang mengatur mitokondria (yang bertindak sebagai pembangkit sel) dan gen lain yang mengatur produksi dan metabolisme lipid.

“Ini menunjukkan bahwa sejak lahir terdeteksi gangguan metabolik akibat obesitas maternal. Perubahan sel-sel ini mirip dengan yang terjadi pada obesitas, resistensi insulin dan diabetes tipe 2,” ujar Elvira Isganaitis, peneliti Harvard Medical School.

Peneliti melakukan analisa darah janin dari tali vena umbilikali. Dan hasilnya, ditemukan bahwa bayi dari ibu obesitas memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Jaringan lemak pada ibu obesitas dapat menumpahkan asam lemak sehingga bahan bakar pada embrio berlebih.

Obesitas selain bersifat genetik atau keturunan, gaya hidup anak yang mengikuti pola makan orang tua akan semakin meningkatkan risiko anak menderita obesitas.

Terapi Sel Punca

Keluarga modern banyak yang melirik metode penyimpanan tali pusat. Tak heran jika tali pusat kini menjadi investasi biologis yang menjanjikan. Sel punca darah tali pusat bisa digunakan tidak hanya oleh si bayi di kemudian hari tapi dapat digunakan juga oleh keluarganya yang membutuhkan.

Di Indonesia, terapi sel punca mulai dikembangkan pada tahun 2007. Terapi dilakukan dengan menyuntikkan sel punca ke pasien. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki organ atau jaringan tubuh yang rusak.

Sel punca bisa diambil dari embrio, darah tali pusat bayi baru lahir dan dari orang dewasa. Sel punca dewasa bisa diambil dari tubuh pasien sendiri (autologous) atau orang lain (allogenic). Pada orang dewasa terbagi 2 kelompok yaitu sel punca hematopoietic, diambil dari sumsum tulang atau darah tali pusat dan sel punca mesenkimal ditemukan di seluruh tubuh, tetapi paling banyak ditemukan di sumsum tulang, darah tali pusat, jaringan adiposa, dan darah tepi.

Terapi sel punca ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit degeneratif seperti gagal ginjal, stroke, jantung, parkinson. Terapi sel punca ini juga dapat menyembuhkan masalah kulit seperti jerawat, luka bakar, hingga masalah penuaan.

Caranya yaitu dengan memasukkan sel punca ke dalam tubuh pasien. Kemudian, sel punca yang ditanamkan di tubuh ini akan berkembang dan berkoneksi dengan sel tubuh untuk melakukan perbaikan sistem dan regenerasi sel.

Terapi ini membutuhkan dana yang tak murah. Maka tak heran jika terapi ini umumnya baru ada di kalangan keluarga modern menengah ke atas.

Langkah CPR Selamatkan Nyawa saat Henti Jantung Mendadak

Pernah dengar istilah CPR?. Cardiopulmonary Resusication (CPR) atau resusitasi jantung paru adalah pertolongan pertama yang cepat pada orang yang mengalami henti kerja jantung atau bernapas. CPR dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dan  pemulihan.
CPR

Berdasarkan data kemenkes jumlah orang yang mengalami henti jantung mendadak, penyakit jantung koroner dan stroke meningkat dari masa ke masa. Kondisi yang cukup memprihatinkan. Melihat fakta ini, Philips selaku produser alat kesehatan Automated External Defibrillators (AED) mengadakan pelatihan Resusitasi Jantung Paru (CPR) dan AED dibantu oleh tim Medic One. Pelatihan ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya CPR kepada masyarakat luas.

Sesi pelatihan dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia ini, peserta dilatih untuk menggunakan AED. Harapannya dengan pengetahuan yang tepat siapapun bisa menjadi first aider. Dengan menjadi first aider, kita dapat  meningkatkan kesempatan hidup korban henti jantung mendadak.

Seperti yang diungkapkan dokter speseialis jantung, Jetty R H Sedyawan di Jakarta bahwa “Periode emas atau 3 menit pertama setelah terjadinya henti jantung mendadak jika diberikan CPR, ada kemungkinan besar korban dapat bertahan hidup tanpa ada kerusakan pada otak.”

“Orang-orang yang berada di lokasi terdekat dengan korban memiliki dampak yang besar pada kesempatan hidup korban.  Apakah korban dapat bertahan hidup atau tidak pada saat terserang SCA,” ujar Presiden Philips Indonesia Suryo Suwignjo.  Mengetahui bagaimana melakukan CPR dan menggunakan defibrillator dapat menyelamatkan nyawa.

Sebelum memberikan pertolongan terhadap korban, tugas first aider adalah mampu membedakan kondisi gawat atau darurat. Membahayakan nyawa dengan cepat atau tidak. Sehingga dapat diambil tindakan penyelamatan dengan tepat.

Langkah-langkah dalam memberikan pertolongan pertama / CPR:

  1. Cek Bahaya
    Saat menemukan korban tergeletak di tengah jalan, cek keadaan sekitar. Cek apakah ada yang dapat memberikan pertolongan,  orang yang mengenal korban atau pihak keluarga. Cek lingkungan sekitar korban aman atau tidak. Pastikan lingkungan sekitar aman untuk Anda, korban maupun orang lain. Jangan mendekati korban jika terlihat adanya bahaya, segera bergerak ke tempat yang aman dan hubungi nomor darurat. Jangan sampai kita malah menjadi korban.
  2. Cek respon
    Jika kondisi telah aman, langkah selanjutnya adalah cek respon dari korban. Sebutkan nama Anda di dekat korban, jika tak ada respon maka tepuk pundak korban dengan kencang. Jika korban masih belum memberikan respon, cek nafas korban dalam hitungan 10 detik dengan jeda waktu yang tepat. Jika korban tidak ada napas, segera minta tolong orang sekitar. Perintahkan 1 orang untuk menelepon nomor darurat (119 atau 112) terdekat seperti ambulans, gawat darurat ataupun polisi, 1 orang mencari kotak P3K dan 1 orang mencari Automated External Defibrillator (AED) jika ada.
  3. Kompresi Dada atau lakukan teknik CPR
    Sambil menunggu petugas medis dan alat AED datang, sebagai first aider bersertifikat yang telah mengikut pelatihan CPR berikan CPR kepada korban.Pertama, berlutut di samping korban sejajar dengan area dada, buka baju korban untuk melakukan kompresi dada.  Kompresi dilakukan di bagian tengah dada.

    Cara menentukan bagian tengah dada yaitu dengan menggunakan jari (2 jari kanan dan 2 jari kiri. Diukur dari leher bagian bawah yang lunak hingga ke bagian dada yang lunak. Ambil titik tengah bagian bawah.

    Posisi tubuh saat memberikan tekanan yaitu lengan tegak lurus. Lakukan kompresi sebanyak 30 tekanan dengan total 5 siklus (150 tekanan). Dengan kedalaman tekanan 5-6 cm atau 1/2 tebal dada untuk orang dewasa. Dengan kecepatan 100- 120 kompresi per menit.

  4. Bukan jalan napas
    Setelah memberikan kompresi, buka jalan napas. Periksa mulut korban apakah ada sisa makanan. Jika ada sisa makanan dalam mulut, keluarkan. Lalu tekan dahi dan angkat dagu korban untuk membuka jalur saluran nafas.

  5. Berikan bantuan napas
    Tekan dahi, angkat dagu lalu tutup hidung korban, buka mulut berikan tiupan sebanyak 2 kali. Setiap tiupan dilakukan selama 1 detik dan terlihat dada terangkat.Lalu lanjutkan siklus 30 kali kompresi dada diselingi 2 tiupan sebanyak 5 siklus. Sambil perhatikan dada korban sebagai pengecekan nafas.Ketika bantuan alat AED datang, tetap lakukan CPR  sementara alat AED dipasangkan ke tubuh korban. Alat AED harus terpasang dengan tepat agar aliran listrik yang disalurkan oleh alat ini bisa sampai langsung ke jantung korban.
  6. Pasang AED
    AED adalah alat yang dapat menganalisa irama jantung yang tidak teratur.   Alat ini aman dan mudah digunakan.

    Cara menggunakan AED yaitu letakkan alat AED di samping korban, nyalakan AED dengan menekan tombol ON, pasang pads AED sesuai petunjuk. Jika EAD pads sudah terpasang,  jauhkan kontak fisik antara korban dan penolong agar alat AED dapat melakukan analisa irama jantung. Dengarkan instruksi AED dengan baik.Lakukan CPR hingga korban bernapas ataupun petugas medis datang. Jika korban sudah sadar sebelum petugas medis datang, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan membalikkan tubuh korban ke arah kanan penolong. Lalu, tanyakan pada korban mengenai identitas, kondisi korban dan jelaskan tindakan awal apa saja yang telah dilakukan sebelum tim medis tiba.

    Hentikan CPR jika korban meringis atau batuk, tim medis telah datang. Oya jangan lupa first aider menggunakan sarung tangan dan masker ya.

    Semoga bermanfaat ya. Jangan ragu untuk ikut pelatihan CPR walaupun bukan tim medis dengan keterampilan CPR yang telah bersertifikat kita dapat menyelamatkan nyawa orang.

Dari Generasi ke Generasi Orang Semakin Cerdas

Gen autisme membuat manusia lebih cerdas. Sebuah penelitian menemukan varian gen tertentu yang berfungsi meningkatkan kinerja dan kekuatan otak membuat manusia lebih pintar namun mereka mengalami gangguan spektrum autisme (ASD). Hasil penelitian dari Yale University ini dipublikasikan dalam jurnal PLoS Genetics.

Peneliti melakukan analisa terhadap orang yang mempunyai otak yang luar biasa serta gangguan spektrum autisme (ASD). Menurut Teori Evolusi Charles Darwin bahwa varian gen yang membawa efek negatif terhadap reproduksi manusia dieliminasi melalui seleksi alam.

Peneliti berasumsi hal ini berpotensi menjelaskan mengapa autisme terus ada dari generasi ke generasi. “Kami menemukan sinyal positif yang kuat, bersama dengan gangguan spektrum autisme, berkaitan dengan peningkatan intelektual,” kata peneliti Renato Polimanti, dalam siaran pers Yale. “Bahwa selama evolusi varian ini yang memiliki efek positif pada fungsi kognitif dengan risiko gangguan spektrum autisme meningkat,” kata pendamping penulis dalam penelitian Joel Gelernter.

Seperti diketahui bahwa orang-orang dengan autisme memiliki kemampuan yang cukup baik dalam bidang matematika, ilmu pengetahuan, musik ataupun seni. Umumnya, orang dengan ASD mempunyai kemampuan bahasa, kemampuan sosial dan pengelolaan emosi yang kurang.

MPASI Kacang dan Telur Efektif Turunkan Risiko Alergi Makanan

Bayi yang mengkonsumsi kacang pada usia 4-11 bulan dan konsumsi telur pada usia 4-6 bulan dapat menurunkan risiko alergi terhadap makanan ini di kemudian  hari.

Hal ini terungkap dalam studi yang diterbitkan JAMA. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisa efek paparan awal makanan yang berpotensi alergi. Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon adanya protein berbahaya dalam makanan tertentu. Diawali dengan gejala seperti gatal-gatal, eksim, mulut gatal, mual dan muntah, bahkan pada kasus yang berat bisa membahayakan nyawa.

Biasanya alergi terjadi pada masa kanak-kanak. Alergi makanan yang kerap muncul yaitu alergi protein susu sapi, gandum, ikan laut, kerang, kacang tanah.

Para ahli menyarankan orang tua untuk memberikan semua jenis makanan kepada anak, namun tidak disarankan untuk mengenalkan makanan yang berpotensi menimbulkan alergi di awal perkenalan makanan padat.

Namun hasil penelitian yang dilakukan oleh  Boyle dan tim  dari  Imperial College London,  Inggris ini menunjukkan bahwa memperkenalkan telur dalam pola makan bayi berusia 4-6 bulan dapat mengurangi risiko alergi telur sebesar 40 persen, sementara memperkenalkan kacang pada usia 4-11 bulan dapat menurunkan risiko alergi kacang sebesar 70 persen.

Untuk konsumsi ikan berusia 6-12 bulan dapat menurunkan risiko alergi rhinitis, dan menurunkan risiko sensitisasi alergi. Sedangkan gluten, usia  tidak mempengaruhi risiko intoleransi gluten atau penyakit celiac.

“Kami terkejut melihat tidak ada efek untuk penyakit celiac, yang merupakan jenis yang berbeda dari alergi terhadap telur dan alergi kacang,” ujar Boyle dilansir dari laman Medical News Today.

“Ini menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan alergi tidak mengurangi risiko terhadap semua jenis alergi makanan.” “Setiap bayi mempunyai respon imun yang berbeda terutama terhadap kacang dan telur reaksi dapat terjadi pada kulit atau pernafasan,” ujar Boyle.

Botol Susu yang Bentuk dan Teksturnya Mirip Payudara

Seringkali ibu bekerja mengalami dilema dalam memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada buah hati. Terutama saat harus kembali bekerja. Maka banyak ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI dengan cara memompanya dan pemberian lewat botol. Walau terlihat sederhana, hal ini tidaklah mudah. Bayi seringkali bingung puting. Pemilihan botol susu yang cocok untuk si kecil juga menentukan keberhasilan program ini.

Ibu bekerja jangan asal memberikan susu lewat botol. Ibu harus memperhatikan bahwa pemberian ASI lewat botol minimal jika bayi sudah berusia 3 minggu. Dan sebelum ibu kembali bekerja, si kecil harus mulai belajar diberikan ASI lewat botol. Hal ini bertujuan untuk membiasakan si kecil agar terbiasa kelak ketika ditinggal bekerja. Nah, pada kondisi ini tak sedikit bayi yang mengalami bingung puting.  Bahkan banyak bayi yang memilih untuk mengkonsumsi ASI lewat botol dibandingkan menyusui langsung ke payudara ibu.

Tak perlu khawatir, yakinkan hati bahwa ibu bisa. Tekad yang kuat dan pemilihan  botol susu yang sesuai dengan bentuk yang paling mirip dengan payudara ibu dapat menunjang pemberian ASI secara optimal.

Di pasaran ada banyak pilihan botol susu dengan dot yang beraneka ragam. Pertimbangkan untuk memilih botol susu yang bentuknya mirip payudara seperti dari Tommee Tippee Closer to Nature Bottles atau Philips Avent Natural Bottle.

SCF653-23 -ulir

Kelebihan dari botol Avent Natural 2.0 tak hanya dari segi bentuk yang mirip payudara, dari segi tekstur, pergerakan dot ketika diisap bayi, aliran air susu yang keluar, sehingga perasaan mirip menyusu langsung dari payudara. Botol ini memiliki desain ulir spiral yang memudahkan pergerakan lidah si kecil, bentuk ujung dot yang menyerupai payudara dan materi dot dengan bahan silikon lembut membuat dot menjadi lebih awet digunakan serta memiliki tekstur yang halus seperti kulit.

Asam Folat Juga Meningkatkan Perkembangan Emosional Anak

Botol Natural 2.0 juga memiliki sistem anti kolik. Sistem untuk mengalirkan udara ke dalam botol bukan ke perut si kecil sehingga bayi dapat terhindar perut kembung. Selain itu botol susu Philips Avent memiliki leher botol yang lebar sehingga memudahkan perlekatan secara alami dan bentuk botol yang ergonomis yang membuat botol mudah digenggam dan nyaman digunakan dari segala arah.

MPASI Kacang dan Telur Efektif Turunkan Risiko Alergi Makanan